Sampah
Armada sampah Dinas Kebersihan (Dinsih) Kabupaten Bekasi sedang angkut sampah di sisi jalan Kalimalang, Senin (6/4/2015). Dinsih mengaku mengerahkan 18 armada sampah untuk sapu bersih jalur Kalimalang. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Tambun Selatan: Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, didampingi Sekretaris Daerah Muhyiddin dan Kepala Dinas Kebersihan Dewi Tisnawati beserta jajarannya, blusukan di sepanjang jalan Kalimalang yang banyak dijadikan sasaran pembuangan sampah liar oleh masyarakat.

Bupati meminta masyarakat untuk sadar diri dengan tidak membuang sampah di jalan karena akan mengganggu kenyamanan.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, seperti yang ada sekarang ini menjadi tempat pembuangan sampah liar,” ujar Bupati saat berbincang dengan Suara Bekasi, di sela-sela blusukan, Senin (6/4/2015).

Bupati menjelaskan, tujuan dari blusukan ke lapangan adalah untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pinggiran jalan.

Bagaimana pun juga, kata dia, kehadiran sampah akan membuat ketidaknyamanan dan terganggunya keindahan lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi dan semua menjadi tanggung jawab bersama.

‎Mengingat adanya program Adipura yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, Bupati menuturkan, tentunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berupaya semaksimal mungkin membenahi permasalahan sampah.

Persoalan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak hanya melekat pada suatu dinas tertentu, melainkan melibatkan seluruh struktur maupun komponen yang ada.

“Dampak dari keberadaan sampah yang dibuang sembarangan akan merugikan banyak hal, baik dari sisi kenyamanan maupun kesehatan,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dewi Tisnawati, mengaku pihaknya mengerahkan sebanyak 18 armada sampah dan 30 baktor untuk melakukan pengangkutan sampah di sepanjang Kalimalang.

Jalan Kalimalang menurutnya sering sekali dijadikan sasaran pembuangan sampah oleh masyarakat, sehingga menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar.

Pihaknya, kata Dewi, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sepanjang jalan Kalimalang, tetapi buanglah sampah di tempat yang telah disediakan agar tidak merugikan pengguna jalan.

Dewi menambahkan, masalah kebersihan bukanlah tanggung jawab dinas semata, tetapi tanggung jawab bersama agar permasalahan sampah liar bisa berkurang dengan sendirinya.

“Masalah kebersihan bukan tanggung jawab dinas saja, tetapi perlu melibatkan semua elemen masyarakat agar tidak ada lagi sampah yang terbuang sembarangan,” imbuhnya. [DIK]

1 KOMENTAR

  1. masalah sampah solusi yg tepat nantinya bisa dipastikan dgn Teknologi Pemusnah Sampah,karena cara ini sgt tepat mengatasi masalah sampah dgn TUNTAS TAS TAS,sedangkan cara lain pengalaman sdh berjalan lama toh pd akirnya sampah tetap dan slalu menjadikan persoalan yg tdk pernah bisa dibilangtelah berhasil atasi masalah sampah,meskipun sdh ratusan cara dan alat.Bila tidak ya anggap aja KETINGGALAN KERETA.

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here