Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, Lantik Anggota Pelestari Cagar Budaya, Pemkab Bekasi
LANTIK: Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, secara resmi melantik tujuh orang anggota tim pelestari cagar budaya yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh budaya dan pemerhati budaya, di Pendopo Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jumat (5/12). FOTO: DEDI JUNESKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, secara resmi melantik tujuh orang anggota tim pelestari cagar budaya yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh budaya, dan pemerhati budaya, di Pendopo Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jumat (5/12).

“Mereka yang baru dilantik diharapkan ?dapat membuat kajian atas cagar budaya yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi,” ujar Neneng Hasanah Yasin, usai acara tersebut.

Neneng menilai, keberadaan cagar budaya di Kabupaten Bekasi selama ini diakui belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda), lantaran belum memiliki tim ahli yang dapat memastikan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Padahal, kata dia, kalau ditelisik secara lebih mendalam tentang Bekasi, pastinya memiliki makna dan nilai sejarah yang sangat besar.

Saat ini, katanya, Pemkab Bekasi secara perlahan mulai mencoba untuk membuat kajian atau tafsiran sejarah atas budaya Bekasi yang selama ini dianggap terabaikan.

Neneng menuturkan, dengan telah dibentuknya tim pelestari cagar budaya, diharapkan dapat memberikan penilaian tafsiran sejarah yang dimiliki suatu desa atau pun wilayah yang berkaitan dengan sejarah.

“Yang pasti kita semua tahu bahwa Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara di zaman dahulunya, sehingga perlu dilakukan pencarian bukti atas sejarah tersebut,” ujar Neneng.

Lebih jauh Neneng mengatakan, hasil kajian yang dilakukan tim pelestari cagar budaya diharapkan mampu memberikan hasil menyeluruh terhadap potensi kebudayaan yang dimiliki daerah tersebut. Sehingga, kata dia, cagar budaya yang terletak di 107 titik yang berada di 21 kecamatan secepatnya bisa langsung ditetapkan nilai budayanya.

“Ada 107 titik lokasi cagar budaya di 21 kecamatan. Tugas mereka nantinya akan mengkaji terlebih dahulu peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi,” tutur politisi Golkar itu.

Disinggung adanya potensi wisata budaya, sambung Neneng, pihaknya sudah berencana untuk mengembangkan hal tersebut. Seperti di Kabupaten Karawang sudah memiliki tempat wisata budaya dengan nama “Kampung Boneka”.

“Di Kabupaten Bekasi juga ada namanya Kampung Santri yang di Babelan, ada juga wisata ziarah ke makam Pendiri Bekasi KH. Noer Ali,”.

?Neneng menjelaskan, Pemkab Bekasi juga saat ini sedang menggagas wisata industri. Rencananya awal pekan depan akan lounching. Gagasan tersebut, kata dia, didasari karena tidak semua warga Kabupaten Bekasi tahu yang namanya Bekasi.

Anak SD dan SMP, tutur Neneng, juga belum tentu tahu kalau banyak merek produk yang beredar di pasaran, bahkan yang dipakai sebagai kebutuhan sehari-hari itu berasal dari salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah memikirkannya ke arah sana, untuk membangun potensi pariwisata selain cagar budaya ada juga pariwisata industri,” pungkasnya. [DED]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here