Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Tambun Selatan: Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, mengakui secara langsung masih banyak warga Kabupaten Bekasi yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tidak tanggung-tanggung, jumlah warga miskin mencapai 115 ribu orang.

“Warga miskin di Kabupaten Bekasi masih banyak. Maka dari itu berharap ada kepedulian dari pihak swasta untuk turut serta membantu,” ujar Bupati di sela-sela pembukaan roadshow terakhir “Gemar Membaca,” di SMUN 1 Tambun Selatan, Rabu (27/5/2015).

Ia mengatakan, sebagai daerah yang berbasiskan industri terbesar di Asia Tenggara, namun ironis mayoritas warga Kabupaten Bekasi banyak yang hidup miskin.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berupaya untuk memperbaiki kehidupan warga miskin melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan anggaran sebesar Rp 15 juta per rumah.

“Sekiranya solusi itulah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi di dalam menekan jumlah keluarga miskin,” katanya.

Program Rutilahu, kata Bupati, menjadi solusi untuk menekan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Bekasi. Untuk itu, dirinya mengajak kepada pihak swasta untuk berpartisipasi melalui program dana CSR.

Masih menurut Bupati, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak meminta uang tunai, melainkan menawarkan langsung dalam bentuk barang seperti halnya bedah rumah.

Seandainya bedah rumah bisa dibiayai melalui CSR, katanya, mungkin alokasi APBD dialihkan ke program lain.

“Kami (Pemkab Bekasi) tidak meminta duit. Silakan perusahaan membuat programnya sendiri maunya kayak gimana. Terserah saja yang penting warga miskin di Kabupaten Bekasi bisa terbantu,” ucap wanita yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi ini.

Lebih jauh Bupati mengungkapkan keprihatinannya atas keberadaan perusahaan yang berdiri dan beroperasi di Kabupaten Bekasi, namun dinilai masih kurang peduli dengan kehidupan warga miskin.

Bupati menegaskan, seharusnya perusahaan tidak hanya peduli dan membantu warga yang tinggal bersebelahan dengan kawasan industri saja. Mestinya semuanya bisa menikmati bantuan dari swasta.

“Perusahaan harusnya jangan hanya terbetik dengan warga yang tinggal dekat kawasan saja, tetapi kalau bisa dibantu sekalian warga miskin di wilayah lain,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here