Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, Peringatan Hari Ibu, Hari Ibu
BERI SAMBUTAN: Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, saat memberikan sambutan dan ucapan “Selamat Hari Ibu” kepada para ibu di seluruh Kabupaten Bekasi, dalam puncak peringatan Hari Ibu tingkat Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan di aula Gedung Wibawa Mukti, Sukamahi, Cikarng Pusat, Senin (22/12). FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Puncak peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2014 yang diselenggarakan di gedung Wibawa Mukti dihadiri langsung unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menyampaikan ucapan “Selamat Hari Ibu” untuk para ibu yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Selamat Hari Ibu untuk para kaum ibu yang ada di seluruh Kabupaten Bekasi. Semoga dapat berperan aktif di dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Bekasi,” ujar Bupati Neneng kepada awak media, usai acara tersebut yang berlangsung di aula gedung Wibawa Mukti, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Senin (22/12).

Dikatakannya, dalam peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember tersebut, setidaknya peran kaum ibu dalam mengisi pembangunan Kabupaten Bekasi terus berkelanjutan. Sehingga kemajuan perempuan mendapatkan kesetaraan dengan kaum laki-laki.

Peringatan Hari Ibu, kata Neneng, harus memberi makna yang luas kepada kaum perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari kaum perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk mengisi pembangunan di Kabupaten Bekasi yang lebih maju dan unggul dalam segala hal. Sehingga tidak ada lagi kata perempuan harus diam di rumah mengurus keluarga dan yang lainnya.

“Para ibu harus pro aktif juga di dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Bekasi, sehingga kemajuan dapat dinikmati bersama,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.

Disinggung mengenai masih adanya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), lebih lanjut, Neneng mengatakan sudah membentuk satuan tugas (Satgas) anti kekerasan di Badan Pemberdayaan Perempuan. Satgas yang ditugaskan saat ini memang lebih didominasi oleh pegawai laki-laki.

?Bahkan, Neneng menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan ibu-ibu penggerak PKK di tingkat kecamatan hingga desa untuk memperkuat silaturahmi dengan para ibu.

Menurutnya, ada juga rumah singgah yang di dalamnya sebagai tempat proses mediasi bagi korban KDRT. Namun, katanya, fungsi rumah singgah tersebut bukan berarti untuk menjadi tempat pembelaan, melainkan sebagai sarana penjembatan komunikasi bagi rumah tangga.

“Pada intinya kasus KDRT yang sering muncul di permukaan disebabkan kurangnya komunikasi. Maka dari itu kami meminta agar ibu penggerak PKK menjadi corong terdepan untuk menjalin komunikasi,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here