Ane Matahari
Sosok Andri Syahnila Putra atau akrab disapa Ane Matahari. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Tambun Selatan: Tangis pilu menyelimuti ruang Anggrek 14 lantai 3 RSUD Kota Bekasi, seketika terakhir kalinya Budayawan Bekasi yang mencetuskan Sastra Kali Malang (SKM) Andri Syahnila Putra atau akrab disapa Ane Matahari menghembuskan nafasnya, Senin (31/10/2016).

Pria berambut gondrong yang identik dengan celana robek dan senyum yang lebar ini sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi akibat gejala typus. Namun, beberapa saat kemudian dokter memvonis pada tubuhnya terdapat gejala virus radang otak. Sehingga penyakit tersebut yang diyakini merenggut Budayawan berusia 45 tahun ini.

Almarhum Andri Syahnila Putra bin H Amirsyah Siregar akan disemayamkan di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Bumi Sani Permai, RT. 00 RW 014, Blok F5 No 9, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Khadijah Ali Zahra, istri dari Ane Matahari mengatakan satu bulan terakhir almarhum sempat berkeliling kota menyambangi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Manado, Papua, dan Medan, guna mengisi materi pembelejaran kepada pelajar dan mahasiswa.

Namun, pada saat menginjakan kakinya di Kota Medan, almarhum sempat berceloteh kepada keluarga bahwa dirinya sudah cape dan ingin tidur istirahat.

“Waktu di Medan, suami berkata kepada Tantenya, dia sudah cape dan ingin istirahat,” ujarnya.

Khadijah juga mengatakan sekira pukul 10:20 WIB almarhum terbangun dan mengeluarkan sedikit air mata dan kembali tertidur.

Setelah itu, pada saat adzan dzuhur sekira pukul 11:50 WIB almarhum kembali terbangun dengan berucap istigfar yang terdengar samar-samar di telinga keluarga.

“Terakhir almarhum terbangun dalam tidurnya dan berucap istigfar, setelah itu almarhum kembali tertidur. Namun, denyut nadi almarhum sudah tidak dirasakan pada tubuhnya,” ungkap Khadijah sambil meneteskan air mata. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here