Kali Cikarang, BPLH, Limbab B3
MENGANDUNG LIMBAH: Meski air Kali Cikarang berwarna hitam, berminyak dan bau yang diduga mengandung limbah industri, namun warga sekitar kali tersebut tetap memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci pakaian bahkan untuk mandi lantaran belum memiliki sarana air bersih sendiri. FOTO: WISNU WIRIYAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian pada Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bekasi, Didik? Setiadi, mengatakan akan melanjutkan program yang sudah berjalan di masa kepemimpinan sebelumnya yang dijabat Agus Dahlan.

Sebagai pejabat pengganti Agus Dahlan, dirinya akan melaksanakan salah satu program sembari menunggu anggaran cair terlebih dahulu dalam APBD 2015, guna melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pemahaman mengenai limbah yang berbahaya (B3) maupun non berbahaya (Non B3).

“Jika anggaran yang diajukan dalam DPA cair secepatnya akan dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang belum memahami betul apa itu limbah,”? ujar Didik saat berbincang dengan Suara Bekasi di ruang kerjanya, Jumat (16/1).

Dikatakannya, program sosialisasi mengenai bahaya limbah dengan sasaran masyarakat akan segera dilaksanakan secepatnya sambil menunggu proses pencairan anggaran yang telah dimasukkan dalam DPA pada APBD 2015.

Maraknya tempat pembuangan limbah di pemukiman warga, kata dia, merupakan hal yang sangat serius bagi BPLH Kabupaten Bekasi.

Lebih jauh Didik menjelaskan, temuan adanya pembuangan limbah di wilayah Babelan pada beberapa pekan silam atas laporan masyarakat, langsung disambangi BPLH untuk meneliti bahaya dari kandungan yang dihasilkan limbah B3 yang tertanam di lokasi dekat pemukiman.

Di Kabupaten Bekasi tidak boleh perusahaan membuang limbahnya secara sembarangan dari hasil produksi yang dihasilkan baik yang B3 maupun Non B3.

“Perusahaan tidak boleh membuang limbah hasil produksinya baik B3 maupun Non B3 di wilayah Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Masih menurutnya, adanya lokasi pembuangan limbah di pemukiman masyarakat seperti yang berada di wilayah Babelan, seharusnya diawasi pihak aparat setempat apalagi yang masuk ke sini jenis bahan berbahaya bagi kesehatan.

“Mungkin dalam waktu dekat jika anggaran sudah cair BPLH akan bertahap mengundang masyarakat untuk mengikuti sosialisasi tentang bahaya limbah,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here