Beranda Berita Utama BPD Karang Asih Bimtek di Purwakarta, Bupati Bekasi Bilang Begini

BPD Karang Asih Bimtek di Purwakarta, Bupati Bekasi Bilang Begini

0
Fose bersama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, saat menggelar Bimtek di Cirata, Purwakarta, Senin (23/12/2019). Foto: Istimewa.

SUARA BEKASI ONLINE, Purwakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Jawa Barat (Jabar), mengapresiasi lembaga seperti Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) yang ada di wilayah tersebut yang telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk penguatan fungsi dan peran lembaga itu.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengutarakan pemahaman dan pengetahuan untuk tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pada setiap lembaga atau posisi sangat diperlukan dan itu ada dalam Bimtek.

“Saya apresiasi terhadal BPD Karang Asih yang telah melaksanakan Bimtek dengan tujuan memahami tupoksinya. Karena sangat benar bahwa dana desa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat harus dikawal peruntukannya dengan tepat tanpa terjadi penyelewengan atau korupsi,” ujar Eka Supria Atmaja dikonfirmasi wartawan, di Cikarang, Selasa (24/12/2019).

Baca juga: Usulan Prioritas Pembangunan Ditolak, Pemdes Sukaindah Harus Introspeksi

Politisi Golkar ini menyebut jika pada 2020 mendatang penggunaan dana desa cukup ketat dan perlu pengawasan yang juga ekstra ketat.

Pasalnya, kaat dia, Satgas Dana Desa pun akan turun langsung ke setiap desa. Karenanya, BPD di wilayah desa masing-masing harus bekerja ekstra menjalankan tupoksinya.

Tak hanya itu, Eka meminta kepada siapa pun apabila menemukan adanya penyelewengan penggunaaan dana desa agar segera dilaporkan untuk segera ditindak lanjuti.

“Dana desa ini program pemerintah pusat yang dharapkan bisa membantu meminimalisir jumlah kemiskinan dan pencari kerja seperti melalui BumDes dan lainnya. Jadi, manfaatkan dana desa sebaik mungkin dan penggunaannya tepat sasaran,” imbuh Eka.

Diketahui, sebanyak 9 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Senin (23/12) kemarin melaksanakan kegiatan tahunan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) di Cirata, Purwakarta.

Baca juga: Pemkab Bekasi Gelar Musrenbang RKPD Kabupaten Bekasi Tahun 2020

Kegiatan Bimtek tersebut dihadiri Tenaga Ahli Kabupaten Bekasi untuk Desa, Wawan, didampingi Azid sebagai Pendamping Desa Karang Asih sebagai narasumber.

Melalui tema “Peran dan Tupoksi BPD Dalam Melaksanakan Kebijakan Desa”, Wawan berharap BPD Karang Asih bisa bersinergi dengan pemerintahan desa untuk membangun Desa Karang Asih.

Menurut Wawan, pemerintahan desa dan BPD adalah satu ikatan yang tidak bisa dilepas. Artinya, baiknya Pemdes itu baiknya BPD dan begitu pula sebaliknya.

“Kunci sukses dan keberhasilan pemerintahan desa itu simpel, yakni keduanya saling bersinergi dan bekerjasama. Saya yakin itu akan mudah, bisa dibuktikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tidak sedikit desa yang tidak harmonis dengan BPD, sehingga timbul permasalahan yang seharusnya tidak terjadi hanya karena kurangnya komunikasi dan sinergitas antara keduanya.

“Di daerah luar pun banyak kejadian masalah yang berlarut-larut di desa hanya kurang bahkan tidak ada komunikasi antara Pemdes dengan BPD, sehingga menjadi masalah. Saya harap di Kabupaten Bekasi tidak ada hal seperti itu,” harapnya.

Baca juga: F-BPD: Kades Harus Paham Tata Kelola Keuangan Negara

Wawan mengapresiasi perubahan yang terjadi di Kabupaten Bekasi seperti saat ini sudah dirutinkan pelaksanaan Bimtek untuk pemerintahan desa maupun BPD, sehingga melalui Bimtek tersebut diharapkan masing-masing bisa memahami tupoksi maupun tanggungjawabnya.

“Siapa bilang BPD ga ada kerjaanya, baca Permendagri Nomor 110 Yahun 2016, tupoksi BPD itu banyak bahkan dalam satu tahun kalender kerja BPD full. Jadi jangan dibilang BPD cuma makan gaji buta,” terangnya.

Ia menambahkan, BPD adalah lembaga yang menyetujui atau membuat aturan seperti Peraturan Desa (Perdes) dalam mendukung program kepala desa atau pemerintahan desa selama 6 tahun kedepan.

Sementara itu, Ketua BPD Karang Asih, Gilang Bayu Nugraha berharap melalui Bimtek yang diberikan oleh Tenaga Ahli (TA) dan Pendamping Desa (PD) bisa menjadi pengetahuan dalam menjalani tupoksi BPD untuk membangun desa yang lebih maju dan baik lagi.

“Saya yakin teman-teman sudah memahami tupoksinya, hanya saja Bimtek kali ini para narasumber banyak memberikan informasi dan perkembangan seperti apa tentang desa maupun BPD,” kata Gilang.

Ia mengaku mendapatkan informasi baru jika pada 2020 mendatang APBN langsung turun ke rekening desa. Artinya, kata dia, BPD harus lebih ekstra dan berperan aktif melakukan tupoksinya sebagai pengawas penggunaan dana desa di pemerintahan desa.

Alhamdulillah untuk Karang Asih saat ini komunikasi kami sangat baik dan bisa bersinergi dengan baik, itu bukan sekedar ucapan tapi dibuktikan oleh lurah kami. Ke depan hal ini akan kami tingkatkan lagi,” katanya.

Gilang menambahkan, pada 2020 mendatang, BPD akan melakukan Bimtek bersama pemerintah desa (Pemdes) untuk menyamakan persepsi dan juga tujuan serta mengetahui tupoksi maupun tanggungjawab masing-masing.

“Bintek bersama tujuan utamanya mempererat hubungan kami antara BPD dengan Pemdes dan insya Allah itu akan terlaksan di tahun depan,” ujar pria yang juga menjadi Kordinator Wilayah Fans Club Barcelona Indonesia (FCBI) Kabupaten Bekasi itu. [SAM/MAN]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini