Data Penduduk
DATA PENDUDUK: Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kabupaten Bekasi, saat lakukan pendataan keluarga tahun 2015 di kediaman Wakil Bupati Bekasi Rohim Mintaredja, Senin (4/5/2015). FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jawa Barat, mulai lakukan pendataan keluarga tahun 2015. Melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB), memulai kegiatan di kediaman Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintaredja.

Hal itu merupakan serangkaian dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan di ‎rumah Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin yang di mulai pada 1 Mei 2015.

“Kegiatan pendataan di rumah Wakil Bupati merupakan serangkaian dari kegiatan sebelumnya yang dimulai sejak 1 Mei ‎2015 di rumah Bupati Bekasi, yang dilaksanakan BKKBN propinsi yang ditindak lanjuti BP2KB Kabupaten Bekasi,” ujar Kabid Pendataan BP2KB, Titin Fatimah kepada Suara Bekasi, usai mendata Wakil Bupati, Senin (4/5/2015).

Titin mengatakan, pendataan keluarga akan berlanjut ke anggota DPRD serta seluruh masyarakat Kabupten Bekasi yang berjumlah kurang lebih 885.000 ribu Kepala Keluarga (KK).

Pendataan keluarga dimulai dari 1 Mei sampai 31 Mei 2015. Diharapkan seluruh keluarga di Kabupaten Bekasi bisa terdata keseluruhan dari proses yang dilaksanakan BP2KB.

Menurutnya, tujuan dari pendataan keluarga tahun 2015 adalah untuk memperoleh data kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Dengan adanya pendataan diharapkan mendapatkan data yang akurat, benar, yang dapat dipertanggung jawabkan mulai dari jumlah penduduk, keikutsertaan ber-KB dan anggota keluarga yang aktif.

“Pendataan keluarga akan berlanjut dari Bupati, Wakil Bupati, anggota DPRD hingga seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi yang berjumlah 885.000 Kepala Keuarga (KK) yang dimulai 1 Mei hingga 31 Mei 2015,” beber Titin.

Dengan pendataan yang dilakukan selama 1 bulan kedepan, sambung Titin, diharapkan partisipasi masyarakat dalam pendataaan keluarga yang dilaksanakan BP2KB dari rumah ke rumah dapat berjalan lancar tanpa ada kendala dalam mendapatkan data yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Nantinya seluruh laporan akan disampaikan pada bulan Agustus, setelah itu baru akan dilakukan yang namanya proses scanner,” tukasnya.

Masih menurut Tititn, pihaknya berharap dalam proses pendataan peran serta masyarakat, khususnya tingkatan di RT yang memiliki kurang lebih 7000 RT dapat membantu serta mengerahkan tenaga relawannya.

Mulai dari kader posyandu, Karang Taruna dan remaja RW, agar hasil yang diharapkan bisa berjalan dengan sempurna.

“Untuk memperlancar pendataan penduduk, kita akan meminta di tingkatan paling bawah terutama RT. Di mana jumlahnya ada sekitar 7000 tersebar di Kabupaten Bekasi dapat mengerahkan seluruh potensi masyarakatnya baik kader posyandu, Karang Taruna dan remaja RW,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here