Ketua BNK Kabupaten Bekasi
SAMBUTAN: Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi, Rohim Mintareja, yang juga Wakil Bupati Bekasi saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Badan Narkotika Kabupaten, di Hotel Grand Cikarang Jl. Raya Jababeka Cikarang Industrial Estate I Cikarang Bekasi. FOTO: SUHERMAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Rencana BNK Kabupaten Bekasi melakukan tes urine terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam waktu dekat akan dilaksanakan.

Hal tersebut diungkap Ketua Badan Narkotika Kabupaten Bekasi (BNK), Rohim Mintaredja Pihaknya menyebut bahwa rencana tes urine di kalangan ASN memang ada. Namun, katanya, kapan waktunya masih menunggu terlebih dahulu respon BNN Pusat untuk peminjaman peralatannya.

“Soal rencana tes urine terhadap ASN pastinya ada. Namun, kapan waktunya belum bisa dijawab karena masih menunggu terlebih dahulu jawaban dari BNN Pusat untuk pinjaman fasilitas pengujiannya,” ujar Rohim saat ditemui, di ruang kerjanya, Rabu (14/1).

Dikatakan Rohim, BNK Kabupaten Bekasi, dalam hal ini untuk pemberantasan narkoba yang ada di Kabupaten Bekasi lebih kepada pencegahaan saja. Artinya, kata dia, upaya yang dilakukan BNK seperti melalui sosialisasi ke sekolah, umum, maupun ASN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Untuk itu, sambung Rohim, wacana tes urine kepada ASN dikarenakan adanya kasus-kasus yang menimpa aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan sudah ada yang sampai meninggal dunia.

Sehingga wacana tes urine tersebut menjadi tujuan BNK Kabupaten Bekasi? untuk mengetahui sejauh mana jumlah pengguna narkoba di kalangan ASN.

Meski belum tahu kapan akan dilaksanakan kegiatan tersebut, kata dia, BNK Kabupaten Bekasi kini tengah menunggu alokasi anggaran untuk kegiatan di tahun 2015. Jika anggaran tetsebut sudah ada maka kegiatan tes urine akan dilaksanakan secepatnya.

“Peredaran narkotika di Kabupaten Bekasi sangat lumayan, apalagi sampai ada dari aparat desa yang meninggal karena narkotika. Maka dari itu, BNK ingin adanya tes urine di kalangan ASN.” Bebernya.

Ditambahkan Rohim, untuk mengadakan kegiatan tes urine memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Belum lagi untuk peralatannya mau tidak mau BNK Kabupaten Bekasi harus meminjam alat ke BNN Pusat.

“Nantinya, alat yang dipinjam akan digunakan untuk mengetes urine milik ASN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here