Korem 051/WKT
SAMAPTA: Kegiatan kesegaran jasmani (samapta) periodik yang digelar Korem 051/WKT, bertempat di lapangan Makorem 051/Wkt, Jl. Niaga Raya Jababeka Cikarang Baru, Cikarang Utara, Selasa (21/4/2015). FOTO: INDRA GUNAWAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Utara: Kepala Jasmani Korem 051/WKT, Kapten Arh Wahyu Suko, pimpin kegiatan kesegaran jasmani (samapta) periodik bertempat di lapangan Makorem 051/Wkt, Jl. Niaga Raya Jababeka Cikarang Baru, Cikarang Utara, Selasa (21/4/2015).

“Kesehatan jasmani adalah salah satu unsur kemampuan fisik Prajurit Korem 051/WKT yang menjadi sangat penting, sehingga mengalahkan pentingnya pembinaan unsur lainnya seperti mental dan intelektual,” ujar Kapten Arh Wahyu Suko kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Ia menuturkan, kegiatan kesegaran jasmani periodik merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit Korem 051/WKT.

Sebelum melaksanakan kegiatan samapta periodik, tim kesehatan melaksanakan pengecekan kesehatan terlebih dahulu.

Dijelaskannya, kemampuan jasmani yang baik mutlak harus dimiliki oleh setiap prajurit, karena hal itu merupakan tolak ukur prajurit dalam melaksanakan tugas.

“Kesemaptaan ini merupakan program di bidang jasmani militer yang bertujuan untuk mengukur kemampuan jasmani perorangan. Begitu juga untuk membentuk prajurit yang memiliki daya tahan tubuh yang prima serta memiliki kesegaran jasmani yang siap untuk melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,” bebernya.

Dia menambahkan, sasaran yang ingin dicapai dalam kesemaptaan ini agar para prajurit mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tinggi, sehingga dalam melakukan suatu kegiatan tidak mengalami kelelahan yang berarti dan selalu dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Adapun yang dilaksanakan dalam tes kesegaran jasmani adalah lari dengan jarak tempuh 3200 meter (samapta A), pull up selama 1 menit, sit up selama 1 menit, push up selama 1 menit dan shuttle run secepat-cepatnya (samapta B). Untuk menentukan jumlah nilai samapta B adalah jumlah dari nilai-nilai samapta B dibagi 4,” papar Kapten Arh Wahyu Suko.

Dari nilai hasil keseluruhan tes kesegaran jasmani (samapta A+B), menurutnya akan dibagi dua dan mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian samapta periodik.

“Kita melakukan pelaksanaan semapta periodik dilaksanakan dua kali dalam setahun,” tutupnya. [GUN]

 

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here