Apartemen Oasis. Ist/Suara Bekasi Online
Apartemen Oasis. Ist/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sekitar Rp30 Miliar dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekitar Rp 2 Miliar sampai dengan Rp 5 Miliar terhitung mulai dari tahun 2015 sampai saat ini diduga belum disetorkan oleh pihak pengembang Apartemen Oasis yang berada di Jalan Cikarang-Cibarusah, Kav 1 Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan kepada pemerintah Kabupaten Bekasi dan diduga ada oknun pejabat Kabupaten Bekasi yang bermain, Hal ini diungkapkan Anggota Pansus Raperda Pajak DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno.

“Pansus Raperda DPRD Kabupaten Bekasi awalnya mencurigai, bahwa PAD bekasi kenapa tidak maksimal, lalu kita langsung melakukan sidak ke Apartemen Oasis,“ ujarnya.

Taih Minarno juga mengatakan sidak yang dilakukan Pansus Raperda Pendapatan Daerah DPRD Kabupaten Bekasi juga didampingi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi.

“Kan ada Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan dikenakan terhadap orang atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan atau BPHTB  sebesar Rp 30 Miliaran yang belum dibayar,” kata Taih Minarno.

Disamping itu lanjut Taih juga mengungkapkan, dalam hasil sidaknya juga ditemukan PBB yang belum dibayarkan sebesar Rp2 Miliar sampai dengan Rp5 Miliar mulai dari tahun 2015 hingga saat ini dan masih terhutang kepada pemerintah Kabupaten Bekasi.

Ketika disinggung, apakah dinas terkait sudah pernah melakukan penagihan kepada pihak pengembang dan pengelola Apartemen Oasis atau belum, Taih menyebutkan bahwa pengembang tersebut mengaku belum membayarkan pajak mereka ke Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Itu pengakuan dari manajemen Apartemen, kalau sudah ditagih pasti kita ada kenaikan PAD kalau seperti ini, dan perdanya sudah diberlakukan maka bisa kemungkinan temuan tersebut bisa sampai ratusan miliar,” jelas dia.

Oleh karena itu, ia kembali menduga pihak dinas sengaja tidak menagih untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan pribadi.

“Rumah tapak aja, warga yang tidak mampu kalau belum bayar (Red-PBB) sudah di datangin Pak RT, lah ini Apartemen Oasis mulai dari tahun 2015,” beber dia. [SEP]

Tinggalkan Balasan