Korban yang tertimpa reruntuhan gedung SMAN 1 Muara Gembong. Ist/Suara Bekasi Online
Korban yang tertimpa reruntuhan gedung SMAN 1 Muara Gembong. Ist/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Muara Gembong: Ambruknya atap dan dinding mendapatkan perhatian dari beberapa kalangan, pasalnya akibat ruangan gedung sekolah yang baru dibangun 2014 lalu, mengganggu kegiatan belajar mengajar, juga melukai sedikitnya 28 orang siswa.

Menanggapi permasalahan tersebut, Camat Muaragembong, Fahruroji enggan berbicara banyak, ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian bilamana ada kejanggalan dalam pembangunan gedung tersebut.

“Dua ruangan itu baru dibangun tiga tahun silam menggunakan konstruksi baja ringan. Saya tidak mengetahui penyebab pasti runtuhnya atap tersebut,” ujarnya.

“Penyebabnya belum diketahui pastinya. Sudah ada pihak terkait termasuk kepolisian yang akan menindaklanjuti. Kalau pembangunannya itu baru tiga tahun pakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara,” ujarnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestro Bekasi, Kunto Bagus menyatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikkan terkait runtuhnya atap sekolah tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pihak sekolah.

“Saat ini proses pengumpulan informasi di lapangan masih dilakukan, termasuk pemeriksaan para saksi. Saat ini kami pun masih mengumpulkan keterangan guna mencari tahu penyebab pasti atap tersebut bisa roboh. Jika memang ada kesalahan pada struktur bangunan, tentunya akan ada tindaklanjut hukum,” tuturnya. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here