Ali Anwar
Sejarawan Bekasi, Ali Anwar mengatakan kisruh logo Kujang sudah diprediksi sebelumnya. Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, menilai kisruh logo Kujang yang terdapat pada lambang Swatantra Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi sudah diprediksi dirinya sejak lama.

Menurutnya, lambang Kabupaten Bekasi yang saat ini beredar di sejumlah spanduk “Selamat Hari Pendidikan Nasional” dari Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, yang dipasang pada Mei 2016 lalu ternyata dibuat menyimpang.

“Apa yang saya khawatirkan terjadi, lambang Kabupaten Bekasi yang dibuat menyimpang dari Perda menjadi persoalan,” ungkapnya, Kamis (21/7/2016).

Ia menjelaskan, penyimpangan tersebut bukan hanya terjadi di luar gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, tapi juga di ruang rapat Bupati.

Diakui, ketika dirinya masuk ke ruang kerja Bupati Bekasi, logo Golok berubah menjadi Kujang, dan jumlah batu bata sudah tidak jelas berapa jumlahnya.

“Coba deh, sekali-sekali masuk ke ruang kerja Bupati, goloknya telah berubah menjadi Kujang. Batu batanya sudah nggak jelas lagi jumlahnya,” ungkap dia.

Ia mengatakan pernah mencoba mendesain ulang berdasarkan Perda Lambang Kabupaten Bekasi Nomor 12/PD/1962.

Tahun lalu saya mencoba mendesain ulang (versi saya) berdasarkan Perda Lambang Kabupaten Bekasi Nomor 12/PD/1962. Hasilnya saya serahkan ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di gedung DPRD Kabupaten Bekasi usai Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 2015, terangnya.

Tapi dirinya kembali heran sekaligus dibuat bertanya-tanya, mengapa sampai saat ini belum ada perbaikan atas Lambang Kabupaten Bekasi yang disimpangkan itu.

“Tiga bulan lalu juga saya bertemu Sekda Kabupaten Bekasi yang baru, Pak Uju. Saya sampaikan masalah ini. Pak Uju juga merespon positif,” pungkasnya. [MAN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here