Swatantra Wibawa Mukti
Logo Pemerintah Kabupaten Bekasi

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kabupaten Bekasi, pada 2015 ini kembali memperioritaskan program isbat (nikah massal) bagi pasangan yang sudah menikah, namun belum secara resmi di kantor urusan agama (KUA).? Rencananya, ada sekira 500 pasangan nikah dari tiap wilayah yang ada di 23 kecamatan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Bambang Budi Raharjo.

Bambang mengatakan, pada tahun lalu ada sekira 600 pasangan yang ikut dalam isbat,. Sedangkan tahun 2015 ini ada sekira 500 pasangan.

“Tahun lalu peserta yang ikut program isbat ada 600, maka di tahun 2015 ada sekitar 500 pasangan yang ikut dalam program isbat Disdukcapil yang diambil dari semua wilayah se-Kabupaten Bekasi,” ujar Bambang Budi Raharjo kepada Suara Bekasi, di kantornya, Selasa (10/2).

Bambang mnejelaskan, tujuan program isbat yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk memberikan layanan kemudahan pengurusan administrasi kependudukan seperti Akte Kelahiran, KTP maupun KK.

Menurutnya, untuk mendapatkan kemudahan layanan dari Disdukcapil, pasangan yang sudah menikah tetapi tidak resmi, akan sulit sekali mendapatkan layanan yang dimaksudkan tadi. Karenanya, kata dia, kepemilikan buku nikah secara resmi akan memberi kemudahan dalam pengurusan adiministrasi tersebut.

?Lebih jauh dikatakan, program isbat yang digagas dari tahun 2012 hingga 2014, jumlahnya sudah mencapai sekira 20 ribu pasangan yang sudah mendapatkan buku nikah resmi.

Semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Selain mendapatkan buku nikah gratis, kata Bambang, peserta isbat juga akan mendapatkan layanan pembuatan Akte, KTP maupun KK dari Disdukcapil bahkan sampai diberikan ongkos.

“Jumlah peserta isbat yang telah dinikah resmi dari tahun 2012 sampai 2014 mencapai 20 ribuan. Dan angka itu diharapkan bisa berkurang dalam program isbat khusus pasangan yang belum secara resmi menikah dalam agama,” ucapnya.

Disinggung soal anggaran program isbat 2015, Bambang menyebutkan kurang begitu hafal karena ada di daftar DPA.

Yang pasti, sambung Bambang, program isbat yang digagas pemerintah setempat memiliki tujuan untuk membantu masyarakat secara tidak langsung.

Bagi pasangan yang sudah puluhan tahun nikah, tetapi tidak punya buku nikah tentu akan sulit mengurus administrasi kependudukan karena tidak memiliki surat nikah resmi.

Bambang menambahkan, program isbat sudah disampaikan pihaknya kepada seluruh aparatur yang bertugas di wilayah desa maupun kecamatan, bahkan sampai tingkat RT dan RW.

Semua disampaikan secara langsung melalui kegiatan rapat minggon maupun rapat RT dan RW. Jika ada warga yang belum memiliki buku nikah, agar segera mendaftar dalam program isbat Disdukcapil.

“Kegiatan program isbat sudah disampaikan kepada aparatur yang ada di desa maupun kecamatan baik melalui rapat minggon maupun RT dan RW,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here