Beranda Berita Utama ‎Bupati Pikir-Pikir Teken MoU Revitalisasi Pasar Cikarang

‎Bupati Pikir-Pikir Teken MoU Revitalisasi Pasar Cikarang

1
Bupati
PIKIR-PIKIR: Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mengaku masih pikir-pikir untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Sanjaya selaku pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Cikarang yang sudah siap gelontorkan dana sebesar Rp 500 miliar. FOTO: K. SUPARDI/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Setelah berkunjung ke kantor pusat PT. Sanjaya di Lampung, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mengaku masih pikir-pikir untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Sanjaya selaku pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Cikarang yang sudah siap gelontorkan dana sebesar Rp 500 miliar lebih.

Pasalnya, menurut Bupati masih banyak yang harus ditinjau dan dikaji, sehingga dipastikan investor tersebut benar-benar mampu dalam mewujudkan revitalisasi Pasar Cikarang sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi.

“Kita masih mengecek dulu status kelayakan perusahaan tersebut, termasuk ke beberapa bank-nya benar enggak ada jaminan garansinya. Sehingga rencana ini tidak gagal di tengah jalan, dan kita berharap proyek ini jangan sampai gagal,” ujar Bupati Neneng saat berbincang dengan Suara Bekasi, di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa (14/4/2015).

Bahkan menurut Bupati, untuk MoU sendiri harus diseleraskan semuanya, karena pada prinsipnya proses MoU tersebut masih mentah dan sedang dalam proses.

Terkait kunjungan dirinya beberapa waktu lalu bersama SKPD terkait, menurutnya hanya sebagai salah satu cara untuk meyakinkan pihak Pemda Bekasi terhadap kelayakan dan kemampuan secara financial untuk rencana pembangunan tersebut.

“Kita sedang pertimbangkan semuanya, agar rencana proyek ini jangan gagal,” ucapnya.

Disinggung terhadap sikap DPRD Kabupaten Bekasi yang seakan masih ragu terhadap kemampuan PT. Sanjaya, sehingga meminta Pemkab melakukan evaluasi ulang, Bupati mengaku terus melakukan komunikasi dan berusaha meyakinkan ke semua pihak bahwa memang nantinya pas dan layak untuk berinvestasi di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama Kabupaten Bekasi, Wiguna, saat dikonfirmasi membenarkan dirinya mendampingi Bupati dan SKPD terkait ke kantor pusat PT. Sanjaya di Lampung.

Kendati demikian, menurut Wiguna, untuk penanda tanganan MoU masih dalam proses. Pada prinsipnya, kata dia, dengan sistem dan mekanisme yang ada banyak keuntungan yang akan didapat oleh pihak Pemda Bekasi.

Selain pemasukan PAD dalam pembagain hasil, juga dalam pembangunan tidak mengeluarkan modal sedikit pun. Tapi nantinya, kata dia, setelah kurun waktu yang diatur sesuai MoU, yakni maksimal 30 tahun, lokasi aset tersebut akan kembali menjadi milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

“Siapa pun perusahaan dengan sistem ini akan menguntungkan Pemda Bekasi,” pungkasnya. [DIK]

1 KOMENTAR

  1. Ini akan jadi hal yang baik jika cara dan jalannya benar dan transparan karena pasar menjadi rapih dan nyaman. Pemenang tender juga benar2 layak mengerjakan revitalisasi ini. Jika tidak, proyek bisabterhenti di tengah jalan dan ini akan menjadi hal yang kurang baik bagi sang bupati dan bisa-bisa berurusan dengan pihak berwajib hanya karena salah administrasi atau tuduhan lainnya … semoga sang bupati berfikir jernih dalam menandatangani MoU ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini